Friday, March 31, 2017



Dig Two Graves (2014 / 2017)




Bukan tipe film Horror yang akan membuat nafas penontonnya kembang kempis.
Dig Two Graves lebih memilih untuk mengalir dengan pelan-tapi-pasti dengan sentuhan drama serta misteri yang cukup memikat, dimana tabir misteri "dibuka" satu per satu dengan adegan-adegan flashback.

Film ini juga mengandalkan setting atau visual bergaya gothic untuk memberikan kesan dark dan spooky secara efektif.


Overall, walaupun mungkin terbilang kurang menyeramkan, tetapi Dig Two Graves tetaplah sebuah Horror-Thriller yang solid dan enjoyable dengan perpaduan Drama yang cukup menyentuh, Misteri yang memikat, serta suspense-nya yang pas.



3.5 / 5


Thursday, March 30, 2017

PREVENGE, THE DEVIL'S CANDY & MEAN DREAMS




Prevenge (2016 / 2017)




Walaupun (imo) komedi dan suspense-nya terasa agak hit-and-miss, Prevenge tampil cukup solid dalam menyajikan sebuah drama / thriller - psikologis yang cukup memikat serta dark , violent, dan disturbing namun sekaligus juga terbilang "ringan".


3.5 / 5



The Devil's Candy (2015 / 2017)



Setelah beberapa tahun sejak Deathgasm, akhirnya para Metalheads pecinta film Horror punya tontonan wajib lagi.
Namun berbeda dari Deathgasm yang lebih bergenre komedi dan banyak mengumbar blood & gore, The Devil's Candy memiliki pendekatan berbeda yang bisa dibilang lebih "serius".

Premisnya memang kelewat familar.. tetapi penggarapan jempolan dari Sean Bryne dengan memadukan okultisme, musik metal dan atmosfir eerie-nya, The Devil's Candy tampil sebagai Horror yang enjoyable, creepy, dan sekaligus stylish.


4 / 5



Mean Dreams (2016 / 2017)




Memadukan genre coming-of-age dengan crime thriller ala Coen Bros., Mean Dreams sebenarnya tampil menjanjikan di 2/3 bagian awalnya, namun sayangnya harus "dicoreng" oleh 1/3 bagian akhirnya yang terbilang lemah.


RIP Bill Paxton :(


3 / 5



Wednesday, March 15, 2017



Truman (2015 / 2017)



3.5 / 5




Biasanya, film yang bercerita tentang kematian akan terasa kelam, melankolis, dan juga membuat penontonnya bercucuran air mata.
Nah, film ini memiliki pendekatan yang sebaliknya, yaitu lebih natural , cukup ringan dan tidak cengeng.


Secara keseluruhan, Truman adalah sebuah film tentang persahabatan, keluarga, dan juga Dog Movies yang gentle, hangat, dan menyentuh, tanpa harus mengobral air mata*.







* Sedih sih sedih filmnya.. tapi ga sampe bikin nangis2 sampe keluar ingus gitu, ha3.
** Btw gw ngerasa nih film punya tone atau rasa yang mirip2 sama film2nya Koreeda, jadi buat fansnya doi, boleh nih cicipin film ini.

Tuesday, March 7, 2017

Catfight (2016 / 2017)


3.5 / 5



Sebuah black comedy tentang perseteruan (atau pertarungan :D) dua orang wanita.
Namun tidak hanya itu, Catfight juga diisi dengan sindiran-sindiran politik-sosial dan juga pesan moral tentang perang yang terjadi di dunia ini.

Lalu semua itu dikemas dengan bumbu-bumbu komedi satir yang pintar dan menggelitik, adegan kekerasan berdarah-darah, serta beberapa tema menarik seperti perputaran-nasib, dendam, dan tidak ketinggalan, drama keluarga yang cukup menyentuh.

Cukup Underrated, imo

Tuesday, February 28, 2017




I Don't Feel at Home in This World Anymore (2017)





Suspenseful dan juga violent, serta diisi dengan plot yang menarik serta humor yang witty... I Don't Feel at Home in This World Anymore terasa seperti perpaduan apik antara crime-thriller ala Coen Bros. dengan neo-noir/ buddy-cop ala Shane Black (Kiss Kiss Bang Bang & The Nice Guys).


Film di bawah radar yang sayang untuk dilewatkan :D



Skor : 4 / 5

Monday, January 9, 2017


Review Rombongan



Closet Monster (2015 / 2016)



Sebuah perpaduan drama coming-of-age, ayah-anak, drama psikologis, dan romance bertema LGBT.
Closet Monster sebenarnya terbilang cukup unik dan digarap dengan baik.
Tetapi yang mengganjal adalah penyajian drama ayah-anaknya yang lemah dan terasa seperti angin lalu, yang imo, seharusnya menjadi kekuatan utama dari film ini.


Skor : 3 / 5




Shelley (2016)



Shelley sebenarnya memiliki atmosfir yang cukup baik, dark dan gloomy, meskipun plotnya lumayan kelewat familiar.
Tapi hampir 3/4 filmnya (khususnya di awal) terasa draggy, walaupun memang 1/4 bagian menjelang akhirnya cukup membaik, tetapi sayangnya, tidak terlalu banyak menolong.

Btw cocok nih didobel fitur sama Grace*


Skor : 3 / 5

* Lebih bagus Grace daripada Shelley, imo





Toni Erdmann (2016)




Durasi lama, ga lucu, ga menyentuh, ga ngerasa apa-apa gue nonton ini.
Datar...
Highly Overrated, imo.

Skor : 2.5 / 5




Operation Avalanche (2016)



Operation Avalanche merupakan sebuah film dengan style mokumenter yang terbilang sederhana tetapi sekaligus digarap dengan teknik yang cukup apik.

Dan walaupun terasa agak terlambat panas di awal-awal, tetapi secara keseluruhan Operation Avalanche merupakan sebuah perpaduan film tentang filmmaking yang ringan dan enjoyable dengan conspiracy-thriller yang pintar dan memikat sampai akhir.


Skor : 3.5 / 5



HANGOUT 
vs 
CEK TOKO SEBELAH



Hangout




Hangout merupakan film bergenre Comedy-Thriller dengan sentuhan misteri ala Agatha Christie dimana penonton diajak untuk menebak-nebak siapakah sang pelaku, atau yang biasa dikenal dengan istilah "whodunit?".

Humor-humor yang dihadirkan terbilang agak hit-and-miss, suspense-nya terasa ala kadarnya, serta plot dan twist-nya pun terbilang predictable dan formulaic.

Tetapi meski demikian, Hangout masih terbilang cukup enjoyable dan mampu menghadirkan beberapa gelak tawa dan yang paling penting (dan paling gue apresiasi) adalah film ini mampu memberikan sebuah "menu" yang terbilang baru untuk para pecinta film-film dalam negeri... walaupun memang di luar sana "menu" seperti ini sudah disajikan sejak lama, bahkan puluhan tahun yang lalu.*


Skor : 3 / 5


* contohnya: Murder by Death (1976) dan Clue (1985)




Cek Toko Sebelah




Yang satu ini justru memiliki genre yang terbilang sudah cukup sering muncul di perfilman dalam negeri, yaitu Drama-Komedi.

Tetapi diluar dugaan, Cek Toko Sebelah mampu memadukan kedua genre tersebut secara cukup mulus dan efektif, dimana di satu sisi, penonton disajikan humor-humor pintar nan menggelitik yang mampu mengocok perut , dan sisi lainnya film ini juga mampu membuat mata penontonnya berkaca-kaca dengan sajian dramanya yang dewasa, hangat, dan menyentuh, walaupun di beberapa bagian memang terasa 'sappy' .

Dan satu lagi nilai plus dari film ini adalah para pemeran pendukungnya yang tampil sangat baik dengan karakternya masing-masing.



Skor : 3.5 / 5